Sungai Cisanggarung Meluap, 4 Desa di Losari Brebes Terendam Banjir, 950 Keluarga Terdampak
Divisi Meulaboh – Sungai Cisanggarung Meluap Banjir melanda empat desa di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, akibat meluapnya Sungai Cisanggarung pada Sabtu pagi, 12 Februari 2026. Peristiwa ini menyebabkan sekitar 950 keluarga terpaksa mengungsi dan rumah-rumah mereka terendam air setinggi lebih dari satu meter.
Banjir yang terjadi setelah hujan deras selama beberapa hari berturut-turut ini mengejutkan warga setempat, yang sebelumnya sudah mendapatkan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Namun, dampaknya jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Empat desa yang paling terdampak adalah Desa Losari, Desa Pasir, Desa Wanasari, dan Desa Ciseureuh.
Penyebab Meluapnya Sungai Cisanggarung
Meluapnya Sungai Cisanggarung, yang membentang sepanjang 50 kilometer di wilayah Brebes, disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Sungai yang sudah sering meluap ini tidak mampu menampung volume air yang datang secara mendadak, mengakibatkan air meluap ke pemukiman warga di sekitar aliran sungai.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa banjir kali ini terparah dibandingkan dengan banjir sebelumnya. “Kemarin sore air sudah mulai naik, tapi kami tidak menyangka bisa setinggi ini. Kami hanya sempat menyelamatkan sedikit barang,” ujar salah satu warga Desa Pasir, Sriyati (40).
Baca Juga: Pesawat Netanyahu Lintasi 3 Negara Anggota ICC
Dampak Sosial dan Ekonomi
Banjir ini membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat. Selain merendam rumah-rumah penduduk, banjir juga merusak sarana dan prasarana seperti jalan desa, jembatan, serta irigasi pertanian. Sektor pertanian menjadi yang paling terdampak, mengingat sebagian besar warga di Kecamatan Losari bergantung pada pertanian. Beberapa hektar sawah yang terendam air diperkirakan gagal panen, yang tentu saja mempengaruhi perekonomian lokal.
Tidak hanya itu, fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah juga terendam. Banyak anak-anak yang terpaksa tidak bisa bersekolah karena akses jalan yang terputus dan bangunan sekolah yang tergenang air.
Evakuasi dan Bantuan dari Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Brebes, bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, telah mengerahkan tim SAR untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak di dalam rumah mereka. Sebanyak 950 keluarga dari empat desa yang terdampak banjir dipindahkan ke titik pengungsian yang lebih aman.
BPBD Brebes juga mendistribusikan bantuan berupa makanan, selimut, pakaian, serta perlengkapan medis ke lokasi-lokasi pengungsian. Warga yang terisolasi di beberapa titik juga mendapat bantuan berupa perahu karet untuk transportasi darurat.
“Proses evakuasi terus berjalan, dan kami akan pastikan semua warga yang terdampak mendapatkan bantuan yang mereka perlukan. Kami juga terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan keselamatan warga,” ungkap Kepala BPBD Brebes, Wahyu Setiawan.
Prediksi Cuaca dan Langkah Ke Depan
BMKG memprediksi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Brebes, akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama di daerah aliran sungai yang rawan meluap seperti Sungai Cisanggarung.
Pemerintah Kabupaten Brebes, melalui dinas terkait, juga mengungkapkan rencana untuk meningkatkan sistem peringatan dini dan memperbaiki infrastruktur penanggulangan bencana di wilayah rawan banjir. Salah satunya adalah dengan memperkuat tanggul di sepanjang aliran sungai dan membangun saluran ais





