1. Idul Adha Kegembiraan dan Semangat Berbagi Warnai di Bireuen
Idul Adha penuh semangat dan kehangatan menyelimuti Desa Geulanggang Baro dan sekitarnya pada Sabtu (7/6/2025), hari kedua IdulAdha 1446 H. Warga berkumpul sejak pagi, bergotong royong menyembelih hewan kurban yang telah mereka persiapkan selama setahun.
Di desa ini, sebanyak tujuh ekor lembu dan 14 kambing dikurbankan dan dibagikan kepada 580 penerima manfaat. Dirman, salah satu panitia pelaksana, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya tentang ibadah, tetapi juga mempererat tali persaudaraan.
“Setiap tahun kami melibatkan warga secara langsung agar suasana kebersamaan makin terasa,” ungkapnya.
Sementara itu di Dusun Cureh BTN Kupula Indah, suasana tak kalah meriah. Kepala dusun, Hasnawi, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk berbagi kepada sesama.
2. Idul Adha: Dari Pagi Hingga Petang, Semangat Kurban Tak Pernah Padam
Bireuen – Mentari baru saja muncul di ufuk timur, namun warga Desa Geulanggang Gampong dan Geulanggang Baro sudah berkumpul di titik-titik pemotongan kurban. Sabtu (7/6/2025) menjadi hari sibuk namun penuh arti: hari kedua Idul Adha 1446 H.
Lapangan sepak bola, halaman masjid, dan pekarangan rumah berubah menjadi tempat pemotongan kurban. Di BTN Kupula Indah, lapangan Putra Cureh menjadi saksi semangat warga menyembelih 10 ekor sapi dan 5 kambing. Tak ada yang diam. Anak-anak menonton dengan rasa penasaran, para ibu menyiapkan kantong daging, sementara para pria bahu-membahu menyelesaikan penyembelihan. Tidak ada yang tersisa, semua merasa mendapat bagian – bukan hanya daging, tapi juga rasa kebersamaan yang hangat.

Baca Juga: Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal
3. Gaya Narasi Informatif: Ribuan Warga Bireuen Terlibat Pemotongan Hewan Kurban
Bireuen – Hari Raya Idul Adha 1446 H disambut antusias oleh masyarakat Kabupaten Bireuen. Pada Sabtu (7/6/2025), hampir seluruh desa di wilayah tersebut melaksanakan penyembelihan hewan kurban.Aktivitas serupa juga terjadi di BTN Kupula Indah, Dusun Cureh, di mana 10 ekor sapi dan 5 kambing dikurbankan. Kepala dusun, Hasnawi, menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan ratusan warga, dari proses penyembelihan hingga distribusi.
Kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang kuat, di tengah upaya umat Muslim menunaikan ibadah kurban dengan sepenuh hati.
4. Gaya Cerita Anak: Hari Kurban di Kampungku
Namaku Andi, aku tinggal di Desa Geulanggang Baro. Hari Sabtu kemarin, kami merayakan Idul Adha. Ayah membangunkanku pagi-pagi, katanya hari ini ada penyembelihan hewan kurban!
Aku ikut ayah ke lapangan. Banyak orang di sana, mereka membawa sapi dan kambing. Panitia bilang, hari ini akan menyembelih tujuh sapi dan 14 kambing.Takbir berkumandang, semua khusyuk. Aku juga melihat warga dari BTN Kupula Indah membawa sapi ke lapangan Putra Cureh. Wah, katanya mereka menyembelih 10 sapi dan 5 kambing!
Hari kurban adalah hari yang menyenangkan. Aku belajar arti berbagi dan bekerja sama.
5. Gaya Opini Religius: Kurban, Simbol Ketaatan dan Kepedulian Sosial
Idul Adha bukan sekadar hari besar umat Islam. Ia adalah peringatan atas ketundukan Nabi Ibrahim AS kepada perintah Allah. Di balik prosesi penyembelihan hewan kurban, terdapat pesan mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.
Sabtu (7/6/2025), ribuan warga di Bireuen turun tangan menyembelih hewan kurban. Sebanyak 580 warga mendapat pembagian daging, mayoritas dari kalangan kurang mampu.Kurban bukan hanya tentang ritual tahunan, tetapi ajang membersihkan hati, memperkuat solidaritas, dan membentuk masyarakat yang peduli terhadap sesama. Inilah esensi Idul Adha yang sejati.
