Gunung Lewotobi Berstatus Awas, Badan Geologi Sebut Potensi Bahaya dari Rekahan di Kawasan Vulkanik
Divisi Meulaboh – Gunung Lewotobi Berstatus yang terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, resmi berstatus awas menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang terdeteksi Badan Geologi. Peningkatan status ini disebabkan adanya potensi bahaya yang mengintai akibat rekahan-rekahan baru yang muncul di kawasan gunung berapi tersebut.
Status Awas, Apa Artinya?
gunung berpotensi meletus dalam waktu dekat dan masyarakat serta pemerintah harus bersiap menghadapi risiko bencana vulkanik.
Rekahan di Gunung Lewotobi: Sinyal Bahaya Baru
Rekahan adalah retakan di permukaan tanah yang muncul akibat tekanan magma dan aktivitas seismik di bawah gunung berapi. Badan Geologi menyebutkan rekahan ini bisa menjadi potensi jalur keluarnya lava, gas beracun, atau material piroklastik.
Dr. Rahmat Santoso, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, menjelaskan:
Rekahan yang terbentuk di beberapa titik di lereng Gunung Lewotobi memperlihatkan adanya perubahan struktur geologi yang signifikan. Hal ini meningkatkan potensi letusan eksplosif yang bisa berdampak luas bagi warga sekitar.”
Rekahan tersebut bukan hanya membahayakan area langsung di sekitar gunung, tapi juga berpotensi menyebabkan longsor dan banjir lahar jika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Baca Juga: Dua Perampok Rumah di Duren Sawit Masih Diburu Polisi
Dampak Potensial bagi Warga dan Infrastruktur
Kawasan di sekitar Gunung Lewotobi merupakan daerah pemukiman, pertanian, dan pariwisata yang cukup padat. Peningkatan aktivitas vulkanik tentu mengancam:
Pertanian dan perkebunan yang menjadi mata pencaharian utama penduduk, yang berisiko rusak akibat abu vulkanik dan lahar.
Jalur transportasi dan infrastruktur penting bisa tertutup abu atau longsor, mengganggu aksesibilitas dan distribusi logistik.
Sektor pariwisata yang mengalami penurunan drastis akibat status awas, mengancam ekonomi lokal.
Pemerintah daerah telah mulai melakukan sosialisasi dan menyiapkan jalur evakuasi untuk warga yang tinggal di wilayah rawan.
Tanggapan Pemerintah dan Upaya Mitigasi
“Saat ini kami mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Kami juga menyiapkan tempat pengungsian dan dukungan logistik agar warga bisa aman selama masa waspada ini,” ujarnya.
Pemerintah juga mengaktifkan posko pemantauan 24 jam dan menyiapkan tim siaga bencana di titik-titik strategis.
Analisis Pakar: Mengapa Rekahan Bisa Menjadi Ancaman Serius?
Menurut Prof. Irawan Sutanto, pakar vulkanologi dari Universitas Indonesia, rekahan pada gunung berapi seperti Lewotobi menandakan tekanan magma yang sudah sampai ke permukaan, sehingga jalur magmatis baru dapat terbentuk.
“Rekahan ini dapat mempercepat keluarnya magma panas dan gas beracun
Sejarah Aktivitas Gunung Lewotobi
Letusan waktu itu menyebabkan kerusakan pada area sekitar dan evakuasi warga secara besar-besaran. Namun, sejak saat itu, aktivitasnya cenderung tenang hingga gejala-gejala terbaru yang mengkhawatirkan muncul.
Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?
Badan Geologi dan BNPB mengingatkan masyarakat untuk:
Mempersiapkan diri untuk evakuasi cepat bila ada peringatan lebih lanjut.
Menjaga komunikasi dengan aparat desa dan petugas lapangan untuk mendapatkan informasi terkini.
Membekali diri dengan perlengkapan darurat seperti masker anti debu, senter, dan air minum.
Kesimpulan
Status awas Gunung Lewotobi dan potensi bahaya dari rekahan-rekahan yang muncul menandakan situasi yang sangat serius bagi warga di sekitarnya. Mitigasi yang tepat dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama menjaga keselamatan jiwa dan aset masyarakat.





