Pria Tewas Usai Ditabrak Mobil Mercy di Rawa Buntu, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Pengemudi
Divisi Meulaboh – Pria Tewas Usai Ditabrak mobil mewah Mercedes-Benz (Mercy) di kawasan Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, pada Selasa malam (23/9). Insiden tragis ini mengundang perhatian warga sekitar dan menjadi sorotan media sosial setelah rekaman pasca-kejadian tersebar luas.
Korban, yang diketahui berinisial AH (37), tewas di tempat akibat luka parah di bagian kepala dan tubuh. Ia diduga sedang menyeberang jalan saat kecelakaan terjadi.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, kejadian berlangsung sekitar pukul 20.15 WIB di ruas jalan yang menghubungkan Rawa Buntu dengan Serpong. Mobil Mercedes-Benz berwarna hitam melaju dari arah Bumi Serpong Damai (BSD) menuju Stasiun Rawa Buntu dengan kecepatan cukup tinggi.
Korban kayaknya baru turun dari angkot, terus jalan mau nyebrang. Mobil datang kencang, langsung tabrak,” ujar Dedi (45), saksi yang melihat peristiwa tersebut.
Warga sempat mencoba memberikan pertolongan, namun nyawa korban tak tertolong. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSU Tangsel, sementara pengemudi mobil langsung diamankan polisi.
Polisi Lakukan Pemeriksaan Intensif
Pihak Satlantas Polres Tangerang Selatan telah turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada malam yang sama. Polisi juga memeriksa kamera CCTV di sekitar lokasi untuk mengumpulkan bukti visual.
Kami sudah mengamankan pengemudi dan kendaraan. Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran lalu lintas,” ujar Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Yudha Pratama, Rabu (24/9).
Menurut informasi awal, pengemudi Mercy adalah seorang pria berusia 40-an tahun dan saat kejadian tidak berada di bawah pengaruh alkohol, namun petugas masih menunggu hasil tes lanjutan.
Pria Tewas Usai Ditabrak Jalan Rawa Buntu Rawan Kecelakaan?
Peristiwa ini kembali mengungkap fakta bahwa jalur Rawa Buntu kerap menjadi titik rawan kecelakaan, terutama pada malam hari. Minimnya lampu penerangan, kurangnya rambu lalu lintas, dan banyaknya kendaraan yang melaju kencang menjadi faktor risiko yang dikeluhkan warga.
Bukan kali ini saja kejadian. Udah sering ada yang kecelakaan di situ, apalagi kalau malam,” kata Nani, warga sekitar.
Warga berharap agar pemerintah kota dan dinas terkait segera memasang lampu jalan tambahan dan zebra cross di titik-titik strategis yang sering dilintasi pejalan kaki.
Respons Keluarga dan Upaya Hukum
Pihak keluarga korban menyatakan bahwa mereka akan mengikuti proses hukum yang berjalan dan meminta pertanggungjawaban dari pihak pengemudi. Mereka berharap kasus ini tidak berhenti di tengah jalan dan bisa menjadi pelajaran agar keselamatan pejalan kaki lebih diperhatikan.





