Macron Ultimatum PM Beri Ultimatum Dua Hari ke PM Lecornu untuk Selamatkan Pemerintahan Prancis
Divisi Meulaboh— Macron Ultimatum PM Ketegangan politik di jantung pemerintahan Prancis memuncak setelah Presiden Emmanuel Macron secara tegas memberikan ultimatum kepada Perdana Menteri Sébastien Lecornu.
Ultimatum ini muncul di tengah krisis kepercayaan yang melanda kabinet dan tekanan hebat dari oposisi di Parlemen Prancis, menyusul kegagalan pemerintah dalam menyatukan mayoritas parlemen untuk meloloskan paket reformasi fiskal yang kontroversial.
Gejolak Politik Semakin Kuat
Situasi politik di Paris dalam beberapa pekan terakhir semakin tidak stabil. Pemerintahan Macron yang kini minoritas di Majelis Nasional mengalami kesulitan membangun koalisi yang solid.
Presiden Macron, yang dikenal tegas dan pragmatis, dikabarkan frustrasi dengan lambannya respons politik dari PM Lecornu terhadap tekanan parlemen. Sumber istana Élysée menyebutkan bahwa ultimatum dua hari itu bukan sekadar ancaman simbolik, tetapi bisa berujung pada reshuffle besar atau bahkan pembubaran parlemen.
Presiden menuntut tindakan nyata, bukan janji.
Baca Juga: Greta Thunberg Diduga Dilecehkan Pasukan Israel, Dipaksa Cium Bendera
PM Lecornu dalam Tekanan Berat
Sébastien Lecornu, yang baru beberapa bulan menjabat sebagai perdana menteri menggantikan Élisabeth Borne, kini berada di bawah sorotan tajam.
Dalam pernyataan singkat kepada media, Lecornu menyatakan tetap fokus pada upaya penyelamatan pemerintahan.
Kami bekerja keras untuk menyatukan kekuatan politik yang rasional demi kepentingan rakyat Prancis. Kami akan gunakan waktu yang ada untuk mencegah krisis konstitusional,” ujarnya.
Namun, sejumlah analis politik menilai peluang PM Lecornu membalikkan keadaan dalam waktu dua hari sangat kecil, kecuali ada manuver politik besar seperti pembentukan pemerintahan koalisi darurat.
Opsi Pembubaran Parlemen di Meja Macron
Presiden Macron memiliki kewenangan konstitusional untuk membubarkan Majelis Nasional dan menggelar pemilu legislatif dini — langkah yang pernah ia ambil pada masa awal pemerintahannya.
Namun opsi ini juga penuh risiko. Jika oposisi sayap kanan atau kiri mendapatkan kemenangan dalam pemilu legislatif baru, Macron akan menghadapi tantangan serius dalam menjalankan pemerintahan selama sisa masa jabatannya.
Macron sedang berjudi.
Macron Ultimatum PM Reaksi Oposisi dan Pasar
Blok oposisi dari berbagai spektrum — mulai dari sayap kiri pimpinan Jean-Luc Mélenchon hingga kelompok kanan seperti National Rally — langsung menanggapi ultimatum ini dengan skeptisisme.
Marine Le Pen, pemimpin National Rally, menyebut situasi saat ini sebagai “hasil dari pemerintahan yang lepas kendali dan terputus dari rakyat.”
Di sisi lain, pasar keuangan Prancis menunjukkan volatilitas sejak isu perpecahan politik ini mencuat. Indeks CAC 40 sempat mengalami penurunan 1,8% dalam perdagangan intraday, dan nilai tukar euro melemah terhadap dolar AS.
Kesimpulan: Dua Hari Penentu Arah Prancis
Dengan ultimatum dua hari dari Presiden Macron, nasib pemerintahan PM Sébastien Lecornu berada di ujung tanduk.





