Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific
Berita  

Masjid Raya Bandung Tidak Lagi Dibiayai Pemprov Jabar Ini Jawaban Farhan

Masjid Raya Bandung
Skintific

Masjid Raya Bandung Tidak Lagi Dibiayai Pemprov Jabar, Ini Jawaban Farhan

Divisi Meulaboh – Masjid Raya Bandung Kabar mengejutkan datang dari Masjid Raya Bandung, salah satu ikon religi di Kota Bandung, yang selama ini dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Mulai tahun 2026, Pemprov Jabar memutuskan untuk tidak lagi memberikan anggaran untuk operasional dan pemeliharaan masjid tersebut. Keputusan ini menuai berbagai reaksi, baik dari masyarakat maupun kalangan politisi.

Masjid Raya Bandung, yang terletak di kawasan Alun-alun Bandung, telah lama menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat. Selain itu, masjid ini juga berfungsi sebagai tempat wisata religi bagi wisatawan yang datang ke Kota Bandung. Keputusan Pemprov Jabar ini menimbulkan pertanyaan, mengingat besarnya kontribusi masjid tersebut terhadap kehidupan sosial dan keagamaan di kota ini.

Skintific

Pemprov Jabar Tidak Lagi Biayai Masjid Raya Bandung

Keputusan untuk tidak lagi memberikan dana untuk Masjid Raya Bandung datang dari Farhan, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jabar, yang menjelaskan bahwa anggaran untuk pemeliharaan masjid akan dialihkan ke proyek-proyek lain yang dianggap lebih mendesak. Farhan menegaskan bahwa anggaran yang digunakan sebelumnya untuk Masjid Raya Bandung kini lebih difokuskan untuk pengembangan infrastruktur sosial dan kesejahteraan masyarakat di Jabar.

“Pemprov Jabar memutuskan untuk tidak lagi mengalokasikan anggaran khusus untuk Masjid Raya Bandung. Keputusan ini diambil dalam rangka merasionalisasi anggaran dan memprioritaskan proyek-proyek yang lebih dibutuhkan masyarakat saat ini,” ujar Farhan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Sate, Bandung, pada Selasa (5/1).

Menurut Farhan, meskipun Masjid Raya Bandung sangat penting sebagai simbol keagamaan dan budaya, pemerintah provinsi harus mengutamakan kepentingan sosial yang lebih luas, seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung kemajuan masyarakat Jawa Barat secara keseluruhan.Masjid Raya Bandung Tidak Lagi Dibiayai Pemprov Jabar, Ini Jawaban Farhan

Baca Juga: Klarifikasi Militer Thailand Baku Tembak di Perbatasan Ternyata Tak Sengaja

Masjid Raya Bandung: Ikon Religi yang Tidak Terabaikan

 bukan hanya sebuah tempat ibadah, tetapi juga merupakan bagian dari warisan budaya dan identitas kota. Sejak dibangun pada tahun 2003, masjid ini telah menjadi tempat berkumpulnya umat Islam di Kota Bandung, baik untuk ibadah rutin maupun acara besar lainnya seperti perayaan Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, dan kegiatan sosial keagamaan lainnya.

Masjid ini juga sering digunakan untuk kegiatan kemanusiaan seperti bantuan bencana, penggalangan dana, dan program-program sosial lainnya. Keputusan Pemprov Jabar untuk menghentikan pembiayaan masjid ini tentu menjadi topik pembicaraan di kalangan masyarakat, yang merasa bahwa tempat ibadah ini sangat vital untuk kehidupan sosial dan spiritual mereka.

Meskipun demikian, Farhan menegaskan bahwa meskipun Pemprov Jabar tidak lagi memberikan dana, Masjid Raya Bandung tetap akan beroperasi seperti biasa. Pemprov juga mendorong agar pihak pengelola masjid mencari sumber dana alternatif, seperti donasi dari masyarakat atau kerjasama dengan lembaga-lembaga keagamaan lainnya.

Tanggapan Pengelola Masjid Raya Bandung

Menanggapi keputusan Pemprov Jabar ini, Ustaz Hendra Kurniawan, salah satu pengelola Masjid Raya Bandung, mengatakan bahwa pihaknya akan segera menyesuaikan diri dengan situasi baru ini. Ia memastikan bahwa meskipun dana dari Pemprov Jabar dihentikan, kegiatan ibadah dan sosial di masjid tetap akan berjalan lancar.

“Kami akan mencari cara untuk bisa mandiri dalam mengelola masjid ini. Ini memang tantangan besar, tetapi kami yakin dengan dukungan masyarakat dan pengelola yang ada,  akan tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi umat,” ujar Ustaz Hendra.

Reaksi Masyarakat dan Politisi

Keputusan untuk menghentikan pembiayaan  memunculkan beragam reaksi dari masyarakat dan politisi. Beberapa warga menyatakan kekecewaannya, mengingat masjid tersebut telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari mereka.

 ini sangat berarti bagi kami. Selain tempat ibadah, banyak kegiatan sosial yang dilaksanakan di sini. Kami berharap pemerintah bisa mempertimbangkan kembali keputusan ini,” ujar Nisa, seorang warga yang sering mengikuti kegiatan keagamaan di masjid tersebut.

Namun, beberapa politisi di DPRD Jawa Barat melihat keputusan ini sebagai langkah yang bijak dalam mengelola keuangan daerah yang terbatas. Asep Sulaeman, anggota DPRD Jabar, berpendapat bahwa Pemprov Jabar harus fokus pada kesejahteraan masyarakat dan pembangunan infrastruktur yang lebih mendesak.

“Saya melihat keputusan ini sebagai langkah rasional. Dengan anggaran terbatas, lebih baik dana tersebut dialokasikan untuk program-program yang lebih menyentuh langsung kehidupan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan,” ujar Asep.

Potensi Kerja Sama dan Alternatif Pendanaan

Dengan dihentikannya dana dari Pemprov Jabar, pihak pengelola  diharapkan dapat lebih kreatif dalam mencari pendanaan alternatif. Kerja sama dengan lembaga swasta, donasi dari masyarakat, atau kemitraan dengan organisasi keagamaan lainnya bisa menjadi solusi yang memungkinkan masjid ini tetap berkembang.

Selain itu, beberapa pihak juga mengusulkan agar kegiatan sosial dan keagamaan di  semakin diperluas dengan melibatkan komunitas lokal yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan operasional masjid.

“Kami yakin masyarakat Bandung akan tetap mendukung masjid ini. Yang penting, masjid harus terus hadir sebagai tempat yang tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga untuk kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tambah Ustaz Hendra.

Kesimpulan

Keputusan Pemprov Jabar untuk tidak lagi membiayai  mulai tahun 2026 menciptakan berbagai reaksi di kalangan masyarakat dan politisi. Meski demikian, pengelola masjid dan pemerintah provinsi berharap dapat menemukan solusi alternatif untuk memastikan kelangsungan operasional masjid yang telah menjadi simbol penting dalam kehidupan keagamaan di Kota Bandung. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung keberlanjutan kegiatan sosial dan ibadah di masjid ini, yang tetap menjadi bagian penting dari identitas keagamaan dan budaya di Jawa Barat.s

Skintific