Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Internet Tanpa Kabel dan Tanpa Satelit Punya Google Lebih Murah, 100 Kali Lebih Cepat dari Starlink

Internet Tanpa Kabel
Skintific

1.Internet Tanpa Kabel Teknologi Pionir: Laser sebagai Pengganti Kabel

Divisi Meulaboh Internet Tanpa Kabel lewat proyek Taara yang kini telah dipisahkan dari Alphabet X menjadi perusahaan mandiri, memperkenalkan sistem komunikasi berbasis sinar laser bebas kabel (free space optical). Sistem ini menghadirkan internet tanpa kabel dan tanpa satelit, memancarkan data antar terminal cahaya sejauh hingga 20 km, dengan kecepatan hingga 20 Gbps—sangat jauh mengungguli satelit seperti Starlink dalam hal bandwidth dan latensi

2. Kecepatan dan Biaya: 10–100× Lebih Cepat & Lebih Murah

Menurut laporan Wired dan Daily Galaxy, koneksi teknologi Taara bisa mencapai kecepatan 10 hingga 100 kali lebih cepat dibanding antena Starlink konvensional, dan ditawarkan dengan biaya jauh lebih ekonomisTanpa perlu pemasangan kabel fiber—yang mahal dan rumit—Taara sangat cocok digunakan di daerah geografis sulit, seperti pulau, lembah, atau lokasi terpencil.

Skintific

Konsumen: Sinyal Starlink Terganggu Jika Antena Terhalang Pohon - Bangunan  | kumparan.com

Baca Juga: Tak Memenuhi Ekspektasi, Persiraja Coret Sejumlah Pemain Trial, Jebolan Dewa United hingga PON

3. Manfaat Real & Implementasi Global

Setelah spin-off pada Maret 2025, Taara telah mulai beroperasi di 12 negara, bekerja sama dengan mitra seperti Bharti Airtel di India dan berbagai penyedia telekomunikasi lainnya . Proyek ini telah diuji di lokasi nyata—misalnya menyeberangi Sungai Kongo dan pada festival Coachella 2024—memastikan koneksi stabil yang setara dengan fiber optics tanpa memerlukan kabel bawah tanah

4.Internet Tanpa Kabel Pendekatan Teknologi Terdepan: Chip Fotonik Futuristik

Taara kini mengembangkan chip fotonik silikon seluas jari tangan, menggantikan perangkat besar sebelumnya. Chip ini memungkinkan pengiriman sinar laser dari satu pemancar ke banyak penerima secara efisien dan bergerak di rute yang lebih fleksibel dan murah — diharapkan diluncurkan pada 2026

5.Internet Tanpa Kabel Perbandingan dengan Teknologi Lain

Teknologi Bebas Kabel Kecepatan Latensi Biaya Cocok untuk Lokasi
Taara (Laser) ≤ 20 Gbps sangat rendah relatif murah Daerah sulit dijangkau, tanpa fiber
Starlink (Satelit) hingga 500 Mbps lebih tinggi relatif mahal Wilayah global, remote luas
Fiber Optic hingga 8 Gbps sangat rendah mahal (kabel) Kota besar, infrastruktur lengkap
5G Wireless  (nirkabel) 300 Mbps+ rendah variatif Dekat menara seluler

Sementara Starlink memiliki cakupan global melalui satelit, Taara menawarkan kecepatan superior lokal dengan biaya lebih rendah—menjadikan ini pilihan ideal di daerah berpenduduk atau yang sulit dijangkau kabel fisik


 Dampak Potensial untuk Indonesia

  • Daerah terisolir seperti Sabang, pulau terpencil, dan pegunungan bisa dijangkau dengan koneksi ultra-cepat tanpa kabel.

  • Untuk event besar atau lokasi sementara, koneksi cepat bisa dipasang tanpa infrastruktur fiber.

  • Dengan teknologi chip miniatur, biaya deploy bisa ditekan, mempercepat pemerataan akses internet.

Namun tantangannya masih ada: koneksi laser memerlukan jalur pandang langsung (line-of-sight) dan bisa terganggu cuaca ekstrem (kabut, hujan lebat). Selain itu, investasi awal untuk perangkat light‑bridge belum sepenuhnya murah.


 Kesimpulan

Teknologi Taara dari Google menghadirkan revolusi akses internet dengan:

  • Internet tanpa kabel dan satelit,

  • Kecepatan 10–100 kali lebih tinggi dibanding Starlink,

  • Biaya relatif lebih rendah,

  • Tingkat latensi minimal,

  • Potensi besar di daerah sulit dijangkau fiber.

Skintific