Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Mendes Ajak China Kerja Sama Bangun Desa Terkait Digialisasi hingga Hilirisasi

Mendes Ajak China Kerja
Skintific

Mendes Ajak China Kerja Sama Bangun Desa: Fokus Digitalisasi hingga Hilirisasi Produk

Divisi Meulaboh — Mendes Ajak China Kerja Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, mengajak pemerintah Tiongkok untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan desa di Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja resmi Mendes PDTT ke Beijing, dengan agenda menjajaki kolaborasi strategis di bidang digitalisasi desa, teknologi pertanian, hingga hilirisasi produk unggulan perdesaan.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan desa berbasis inovasi dan teknologi, sembari membuka peluang kemitraan internasional yang dapat memperkuat potensi lokal.

Skintific

1. Mendes Ajak China Kerja Dorong Transformasi Digital di Pedesaan

Dalam pertemuan bilateral dengan perwakilan Kementerian Pertanian dan Pedesaan Tiongkok, Abdul Halim menekankan pentingnya digitalisasi sebagai kunci percepatan pembangunan desa. Ia menyoroti bahwa banyak desa di Indonesia yang telah memiliki potensi sumber daya, namun belum terkoneksi secara maksimal ke sistem digital.

Kami ingin desa-desa di Indonesia tidak hanya menjadi pusat produksi, tapi juga terhubung secara digital, baik untuk layanan publik, pendidikan, hingga akses pasar,” kata Mendes.

Ia berharap pengalaman Tiongkok dalam membangun ribuan “smart village” bisa diterapkan di Indonesia melalui program percontohan kerja sama teknologi informasi dan pelatihan SDM.

Mendes Yandri Lepas Kades Ke China Untuk Bangun Desa

Baca Juga:Bocoran Kenaikan Gaji PNS Guru Dosen TNI dan Polri Prabowo Keluarkan Aturan Perpres Nomor 79

2. Hilirisasi Produk Desa Jadi Prioritas

Tak hanya soal digitalisasi, Mendes PDTT juga mendorong kerja sama dalam hilirisasi produk desa, seperti pertanian, perikanan, dan kerajinan lokal. Ia menyebutkan bahwa banyak hasil desa belum memiliki nilai tambah karena kurangnya fasilitas pengolahan dan akses industri.

Kami ingin belajar bagaimana China membangun industri kecil dan menengah di kawasan pedesaan untuk mengolah produk secara lokal sebelum masuk ke pasar nasional dan ekspor,” jelasnya.

3. Mendes Ajak China Kerja Ajukan Program Pertukaran dan Transfer Teknologi

Dalam kesempatan itu, Mendes juga menawarkan program pertukaran pengetahuan dan teknologi antara dua negara, seperti pelatihan kepala desa, kunjungan lapangan, dan pendampingan program desa cerdas.

Pihak Tiongkok menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapannya untuk menjajaki berbagai bentuk dukungan, termasuk melalui skema hibah, investasi, hingga proyek percontohan bersama.

4. Kolaborasi Jangka Panjang

Kementerian Desa akan membentuk tim koordinasi khusus untuk menindaklanjuti peluang kolaborasi ini, baik dalam aspek kebijakan maupun implementasi teknis di lapangan.

Kami tidak ingin hanya bertukar dokumen, tapi betul-betul menciptakan dampak nyata bagi masyarakat desa,” ujarnya.


Penutup
Langkah Mendes PDTT menggandeng Tiongkok dalam pembangunan desa menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membawa desa ke arah yang lebih maju dan berdaya saing.

Skintific