Ribuan Penyintas Banjir Aceh Tamiang Dipastikan Lebaran di Tenda Pengungsian
Divisi Meulaboh – Ribuan Penyintas Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dipastikan masih harus merayakan Idul Fitri di tenda pengungsian. Hingga awal Maret 2026, ratusan kepala keluarga belum dapat kembali ke rumah mereka yang rusak akibat bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa bulan lalu.
Data terbaru mencatat sekitar 352 kepala keluarga atau 1.396 jiwa masih bertahan di pengungsian sambil menunggu pembangunan hunian sementara selesai. Di antara mereka terdapat puluhan bayi dan lebih dari seratus balita yang juga tinggal di tenda darurat.
Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebenarnya tengah mempercepat pembangunan hunian sementara. Namun proses tersebut belum dapat selesai sebelum Lebaran.
Akibatnya, banyak keluarga harus menjalani ibadah Ramadan hingga menyambut Idul Fitri dengan kondisi serba terbatas di tenda pengungsian.
Rumah Belum Siap, Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Rayakan Lebaran di Pengungsian
Para penyintas banjir di Aceh Tamiang masih bertahan di lokasi pengungsian menjelang Hari Raya Idul Fitri. Banjir besar yang melanda wilayah itu menyebabkan banyak rumah rusak sehingga warga tidak memiliki tempat tinggal untuk kembali.
Hingga kini ratusan keluarga masih tinggal di tenda darurat yang didirikan di sejumlah titik pengungsian.
Pemerintah daerah menyatakan pembangunan hunian sementara masih berlangsung dan diperkirakan belum rampung sebelum Lebaran. Karena itu, warga kemungkinan besar harus merayakan hari raya di pengungsian.
Beberapa lembaga kemanusiaan juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako, kurma, dan perlengkapan ibadah untuk membantu kebutuhan para penyintas selama Ramadan.
Baca Juga: Iran Israel Saling Serang Sirene Tel Aviv Meraung Teheran Membara
Tiga Bulan Pascabanjir, Ratusan Keluarga Aceh Tamiang Masih Tinggal di Tenda
Sudah lebih dari tiga bulan sejak banjir besar melanda Aceh Tamiang, namun ratusan keluarga masih bertahan di tenda pengungsian.
Bencana yang terjadi akhir 2025 lalu merusak banyak rumah warga sehingga mereka belum dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Saat ini tercatat sekitar 1.396 pengungsi masih menunggu kepastian tempat tinggal baru dari pemerintah.
Sementara itu, pembangunan hunian sementara sedang dikebut agar para penyintas bisa segera meninggalkan tenda pengungsian.
Namun karena proses pembangunan belum selesai, ribuan penyintas dipastikan akan merayakan Lebaran di tempat pengungsian tahun ini.
Lebaran di Bawah Terpal: Kisah Penyintas Banjir Aceh Tamiang
Suasana Lebaran tahun ini akan berbeda bagi sebagian warga Aceh Tamiang. Alih-alih berkumpul di rumah bersama keluarga, mereka harus merayakan hari raya di bawah terpal tenda pengungsian.
Ribuan penyintas banjir masih tinggal di tenda darurat yang dibangun pemerintah dan relawan.
Meski hidup dalam keterbatasan, warga berusaha tetap menjalani Ramadan dengan penuh kesabaran. Bantuan dari berbagai lembaga sosial terus mengalir untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Para penyintas berharap pembangunan hunian sementara dapat segera selesai agar mereka bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak sebelum musim hujan berikutnya datang.
Penyintas Banjir Aceh Tamiang Sambut Idul Fitri di Pengungsian
Pascabencana banjir besar yang melanda Aceh Tamiang, ribuan warga masih bertahan di tenda pengungsian hingga menjelang Idul Fitri.
Banyak rumah warga rusak parah atau hanyut akibat derasnya arus banjir sehingga mereka belum dapat kembali ke kampung halaman.
Pemerintah daerah terus berupaya mempercepat pembangunan hunian sementara sebagai tempat tinggal bagi para penyintas.
Namun karena proses tersebut membutuhkan waktu, para pengungsi dipastikan masih akan merayakan Lebaran tahun ini di lokasi pengungsian.






