Sempat Ditangkap terkait Epstein dengan Jaminan: Petrus Mandelson, Eks Dubes Inggris untuk AS, Kembali Hirup Udara Bebas
Divisi Meulaboh – Sempat Ditangkap terkait Epstein Mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson, resmi dibebaskan dengan jaminan pada Selasa (24/2/2026) dini hari waktu setempat, setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh Kepolisian Metropolitan London. Pria berusia 72 tahun itu ditangkap pada Senin sore terkait dugaan keterlibatannya dalam skandal jejak komunikasi dengan mendiang terpidana kasus seks, Jeffrey Epstein .
Penangkapan tersebut berlangsung dramatis ketika Mandelson terlihat dikawal keluar dari kediamannya di Camden, London utara, oleh aparat berpakaian preman. Ia kemudian dibawa dengan mobil menuju kantor polisi yang tidak disebutkan namanya untuk menjalani interogasi . Proses hukum di Inggris mengizinkan polisi menahan seorang tersangka hingga 24 jam tanpa tuduhan, yang dapat diperpanjang hingga maksimal 96 jam .
“Hanya seorang pria berusia 72 tahun yang ditangkap atas dugaan pelanggaran jabatan
telah dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut,” demikian pernyataan resmi Kepolisian Metropolitan, sekitar sembilan jam setelah Mandelson ditahan .
Penyelidikan ini berfokus pada dugaan bahwa Mandelson membocorkan dokumen pemerintah yang sensitif kepada Epstein ketika ia menjabat sebagai menteri di kabinet Perdana Menteri Gordon Brown pada tahun 2009. Pesan-pesan elektronik yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS pada akhir Januari lalu mengindikasikan adanya pertukaran informasi yang berpotensi mempergerakkan pasar, termasuk rencana penjualan aset negara pasca krisis keuangan global .
Meski telah dibebaskan, status Mandelson masih terkatung-katut. Ia dapat menghadapi dakwaan, dibebaskan tanpa syarat, atau tetap dalam status penyelidikan. Kasus ini menjadi pukulan telak bagi karier politiknya yang cemerlang namun kontroversial, yang pernah menjadikannya arsitek utama kebangkitan Partai Buruh di era “New Labour” .
Baca Juga:Penampakan 2 Bus Transjakarta Kecelakaan di Koridor 13 Bodi Depan Hancur
Dua Bintang Politik Tersandung Skandal yang Sama: Apa Bedanya Kasus Mandelson dan Pangeran Andrew?
LONDON – Hanya dalam kurun waktu empat hari, Inggris dikejutkan oleh dua penangkapan besar yang mengguncang elit negara. Setelah Pangeran Andrew (kini Andrew Mountbatten-Windsor) ditangkap pada Kamis (19/2/2026), giliran Peter Mandelson, mantan duta besar untuk AS, yang meringkuk di sel polisi . Keduanya tersandung kasus yang nyaris identik: dugaan “penyalahgunaan wewenang dalam jabatan publik” terkait hubungan mereka dengan Jeffrey Epstein. Namun, benang merah kasus mereka memiliki warna yang berbeda.
Baik Mandelson maupun Andrew sama-sama tidak terkait dengan tuduhan pelecehan seksual, melainkan pada transfer informasi. Andrew diduga membocorkan laporan perdagangan rahasia ketika menjabat sebagai utusan perdagangan khusus Inggris, bahkan diduga menggunakan fasilitas negara dan pangkalan militer untuk bertemu Epstein .
Sementara itu, Mandelson, sebagai menteri senior saat krisis finansial 2008, dituduh membagikan informasi sensitif dan berpotensi menggerakkan pasar kepada Epstein, yang ia sebut sebagai “teman terbaik saya” .
Perbedaan mencolok terletak pada latar belakang dan respons publik. Andrew adalah kerabat kerjaan, pangeran yang lahir di istana. Penangkapannya dianggap sebagai simbol bahwa tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum, bahkan bangsawan sekalipun . Sebaliknya, Mandelson adalah “pangeran kegelapan” politik—julukan yang disematkan karena kelicikan dan penguasaan intrik politiknya .
Kasus Mandelson langsung menyeret Perdana Menteri Keir Starmer ke pusaran badai. Starmer mengaku telah “dibohongi” oleh Mandelson mengenai kedalaman hubungannya dengan Epstein saat proses vetting untuk jabatan duta besar . Akibatnya, dua asisten senior Starmer mengundurkan diri, dan publik menuntut transparansi dokumen vetting Mandelson yang dijadwalkan rilis pada Maret mendatang .
Dengan dibebaskannya Mandelson dengan jaminan, bola panas kini kembali ke tangan pengadilan. Akankah dua tokoh berpengaruh ini benar-benar berakhir di balik jeruji besi, ataukah ini hanya sandiwara politik belaka?
Badai Epstein Hantam Parlemen: Pembebasan Mandelson dengan Jaminan Tak Redakan Tekanan pada PM Starmer
Namun, setelah dokumen Epstein dirilis, terungkap bahwa hubungan Mandelson dengan Epstein lebih dalam dari yang diakui. Starmer, yang merasa dikhianati, menyatakan Mandelson telah berbohong saat proses vetting .
Pemerintah kini berada di bawah tekanan luar biasa untuk merilis puluhan ribu dokumen terkait proses vetting Mandelson. Menteri Pemerintah Darren Jones mengonfirmasi bahwa dokumen pertama akan dipublikasikan pada awal Maret . Publikasi ini berpotensi menjadi “bom waktu” yang dapat meruntuhkan karier politik lebih dari satu menteri kabinet.





